SUKACITA

Posted by on Feb 8, 2017 in Articles

sukacita-cover

 

SUKACITA

Saya yakin kita semua ingin bersukacita, tidak ada orang yang ingin berdukacita, bahkan kita ingin kalau bisa bersukacita selalu di sepanjang hidup kita.

3 Ilustrasi tentang Kehilangan 

Penulis tidak tahu apakah Pembaca saat ini sedang bersukacita atau tidak, tapi penulis ingin kita berandai-andai dengan memberikan 3 ilustrasi kehilangan dan bagaimana reaksi kita ketika menghadapinya.

Rp. 100.000,- 

Misalnya kalau hari ini kita kehilangan uang Rp 100.000,- , bagaimana? Apakah kita masih bersukacita? Beberapa dari kita mungkin akan berkata, “Yah, masih sukacitalah Pak, tapi agak sayang juga.” Mengapa? “Kalau saja uang saya tidak hilang, kan dengan uang itu saya bisa makan steak, saya sudah lama rencana untuk makan steak, nah sekarang uangnya hilang, berarti baru minggu-minggu depan saya bisa makan steak.” Mungkin yang lain lagi berkata, “Pak, kalau saja uang saya tidak hilang saya bisa masak sesuatu yang lebih enaklah untuk keluarga , saya sudah merencanakan untuk masak rendang sapi.” Itu kira-kita jawaban sebagian besar dari kita.

Selanjutnya kita akan tanyakan pertanyaan yang sama pada Tuan X, “Pak , kalau Bapak kehilangan Rp 100.000,- bagaimana? Jawabnya,”Yah, gak ada masalah. Anggap saja salah memberi uang parkir, harusnya memberi Rp 10.000,- tapi salah memberi Rp 100.000,- ya sudah tidak apa-apa.” 

Rp. 100.000.000,- 

Sekarang kasus yang kedua, “Pak, kalau Bapak kehilangan uang Rp 100 juta bagaimana? Apakah Bapak/Ibu masih bersukacita?” Mungkin diantara kita ada yang menjawab, “Waduh Pak, saya pasti akan sangat sedih karena berarti saya akan naik motor terus karena itu uang untuk membeli mobil.” Yang lain mungkin berkomentar, “Waduh Pak saya pasti sedih sekali dan kehilangan sukacita karena uang itu saya kumpulkan dengan berhemat selama bertahun-tahun untuk uang muka beli rumah”. Ada lagi yang mengatakan, “Wah, ini berat bagi saya, karena uang itu untuk bekal hari tua saya, kalau hilang saya tidak tahu bagaimana nasib saya nanti.” 

Kemudian kita tanyakan pertanyaan yang sama pada Tuan X, “Pak, kalau Bapak kehilangan Rp. 100 juta bagaimana?” Jawab Tuan X , “Yah, tidak ada masalah, saya tidak akan pikirkan.” 

Rp 100.000.000.000 

Sekarang kasus yang ketiga. “Bagaimana jika Bapak/ Ibu kehilangan uang Rp 100 milyar?” Mungkin kita akan menjawab, “ Kehilangan Rp 100 milyar? Wah ga akan tahan Pak, karena seluruh kekayaan saya saja tidak sampai Rp 100 milyar. Jadi kalau saya sampai kehilangan atau berutang Rp 100 milyar, waduh Pak itu tidak terbayangkan bagaimana hidup saya, karena jika saya harus melunasi dengan bekerja maka sampai saya mati pun tidak akan lunas. Mereka bisa mengirim preman bahkan menuntut saya dan menjebloskan saya ke dalam penjara. Wah tak terbayangkan sedihnya kehidupan saya. Tidak mungkin saya bisa bersukacita bahkan mungkin saja saya bisa bunuh diri.” 

Lalu kita bertanya lagi pada Tuan X, “Pak, kalau Bapak kehilangan Rp 100 milyar, bagaimana? Tuan X menjawab,

“Agak kesal juga sih, nyesel juga mengapa saya sampai kehilangan dana sebesar itu, tapi ya sudahlah.” 

Mengapa orang-orang pertama yang mewakili kebanyakan dari kita secara umum bereaksi negatif seperti itu, sedangkan Tuan X sampai kehilangan Rp 100 milyar juga sepertinya tidak masalah, cuek-cuek aja. Kalau kita lihat mengapa seperti itu, karena Tuan X adalah Mark Zuckerberg pendiri Facebook dengan kekayaan 45 milyar dolar yang jika dirupiahkan sama dengan 607.500 milyar rupiah! Jadi kalau ia kehilangan 100 milyar rupiah, kekayaannya masih 607.400 milyar rupiah, bahkan kalau kehilangan 500 milyar pun, kekayaannya masih 607.000 milyar rupiah!

Apa yang ingin penulis sampaikan di sini? Sedikit atau banyaknya kekayaan yang kita miliki akan memengaruhi tingkat kesedihan dari suatu kehilangan. Bagi orang tertentu kehilangan Rp 100.000,- bisa membuatnya sangat sedih jika

hanya Rp 100.000,- itu saja yang ia miliki. Jika uang itu hilang maka ia bisa tidak makan selama beberapa hari bukan? Tapi bagi mereka yang punya banyak uang, kehilangan Rp 100 milyar juga tak masalah karena ia masih punya banyak. Ini adalah sukacita berdasarkan harta yang kita miliki.

download-button-orange

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

 

↓