MENJADI UMAT YANG BERBUAH

Posted by on Sep 26, 2017 in Articles, News

Menjadi Umat yang BerbuahPrakata

Materi ini sempat tertunda beberapa saat sebelum akhirnya penulis putuskan untuk dimuat di website dan kemudian dicetak. Kenapa tertunda ? Apakah karena penulis kurang yakin mengenai isinya atau karena ia belum mendapatkan pengertian yang cukup lengkap mengenai topik tersebut ? Bukan. Penulis sangat beruntung karena diberi pengertian dalam waktu yang cukup singkat. Jika demikian mengapa sampai tertunda ? Karena ketika penulis mengerti topik tersebut, ia sadar bahwa ia memiliki banyak kekurangan dalam hal-hal tersebut. Ia sempat bergumul mengenai hal ini sampai akhirnya ia memutuskan untuk tetap menyelesaikannya karena menyadari bahwa menjadi anak Tuhan yang berbuah adalah sesuatu yang sangat penting dan berharap kiranya tulisan ini selain bisa menjadi berkat bagi pembaca, dapat juga memotivasi dirinya untuk dapat melakukan apa yang ia tuliskan.

Akhirnya segala puji bagi Allah yang mahabesar dan mahakasih yang dengan kemurahan-Nya memberikan kesempatan bagi kita semua untuk dapat mengerti topik yang sangat penting ini, yaitu bagaimana

agar kita dapat menjadi umat Tuhan yang berbuah sehingga kita tidak akan menjadi anak Tuhan yang dipotong dan dibuang ke dalam api neraka.

Soli Deo Gloria, Penulis.

MENJADI UMAT YANG BERBUAH

ANAK TUHAN WAJIB BERBUAH

Konsep “berbuah” dalam Perjanjian Baru adalah hal penting yang patut disimak oleh para pengikut Kristus. Dikatakan begitu, karena hal tersebut menjelaskan tentang keberadaan kerohanian orang percaya sebagaimana yang tertulis dalam Injil Yohanes 15:2 yang menyatakan bahwa: “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong- Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Tuhan Yesus mengatakan bahwa setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong dan dibuang, artinya berbuah adalah sesuatu yang wajib hukumnya bagi setiap anak Tuhan. Dan yang dimaksudkan berbuah di sini ialah berbuahkan buah Roh, yang dalam Galatia 5:22-23 dijelaskan sebagai berikut: “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Untuk lebih jelasnya silakan baca buku penulis yang berjudul “Buah Roh”.

NASEHAT UNTUK BERBUAH

Rasul Paulus dalam Filipi 2:12-13 mengatakan, “12. Hai saudara- saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”

Ayat 13 menjelaskan bahwa berbuah adalah bagian dari rencana Allah, Allah yang akan mengerjakannya sehingga kita bisa berbuah. Namun demikian ayat 12 menjelaskan bahwa ada bagian kita yang harus kita lakukan yaitu mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar. Mengerjakan keselamatan bukan berarti kita mengerjakan sesuatu agar selamat. Bukan! Ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita sudah memiliki keselamatan. Yang harus kita kerjakan ialah bagaimana kita mempertahankan keselamatan tersebut. Karena yang akan selamat ialah mereka yang mempertahankan iman mereka sampai akhir. Jadi di sini yang ditekankan ialah bagaimana kita mempertahankan iman kita sampai akhir hidup kita dan itu harus dikerjakan dengan takut dan gentar, dengan sangat bersungguh-sungguh.

 download-button-orange

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

 

↓